Strategi Menyelamatkan Akar Rumput NU

Selasa, 07 Februari 2017

ISLAMNUSANTARA.COM – Organisasi Masyarakat (Ormas) Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia. Keberadaan atau eksistensi NU sampai saat ini tidak lepas dari grass root atau akar rumput NU (Jamaah). Boleh dikata basis akar rumput NU adalah basis yang sangat loyal menjaga dan memperjuangkan NU, serta memperkuat dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang dipegang teguh oleh kultur NU di pedesaan ini memberi bukti bahwa paham Aswaja mampu menyeimbangkan rasa persaudaraan antara masyarakat dilingkungan sosial warga NU. Kultur NU seperti yasinan dan tahlil, sholawat, pengajian, dan lain-lain yang dilakukan warga NU harus tetap dilestarikan. Karena kegiatan tersebut merupakan mesin religi atau religi sosial yang mampu memperkuat persaudaraan di kalangan warga Nahdliyyin.

Tumbuh kembangnya arus informasi dan teknologi yang deras sudah tidak dapat dipungkiri, pengaruh masyarakat terhadap arus informasi ini bisa disikapi secara positif dan negatif. Sikap positif ini bisa kita maknai bahwa berkembangnya informasi dan teknologi mempercepat segala informasi sampai ke desa-desa, termasuk bisa dinikmati oleh seluruh warga NU untuk belajar dan mengembangkan diri.

Unsur negatif yang timbul dari arus informasi ini adalah banyaknya kejahatan yang bersumber dari elektronik dan komputer, termasuk kejahatan pencucian uang, kejahatan terorisme, banyaknya situs-situs porno serta kejahatan dunia maya yang membahayakan kader-kader muda NU.

Fakta terungkap hari ini adalah banyaknya informasi hoax sudah menyebar di kalangan akar rumput NU, ini bisa diartikan bahwa segala sumber informasi dan kecanggihan teknologi harus di waspadai secara bijak, jangan sampai informasi yang mengandung fitnah ini menimbulkan keresahan di kalangan Nahdliyyin.

Sebagai contoh berbagai fitnah dan hasutan yang dibaca di sosial media tidak luput menyasar para kiai, ulama, sesepuh dan pengurus di kalangan NU. Perang nyata serta menyelamatkan NU akar rumput dari berita-berita hoax harus segera dibendung.

Lain lagi yang menyasar di akar rumput NU adalah sasaran empuk para elit politik untuk mendulang suara saat mendekati pemilihan kepala daerah; gubernur, bupati atau wali kota, untuk mendukung syahwat politik mereka untuk menjadi orang nomor 1 di daerah pemilihannya.

Ini membuktikan bahwa akar rumput NU memiliki makna dan arti tersendiri di kalangan elit politik, jangan sampai akar rumput ini dijadikan alat serta obyek mobilisasi untuk memperjuangkan kepentingan pribadi bukan kepentingan masyarakat umum.

Strategi menyelamatkan akar rumput NU

Setiap organisasi mempunyai strategi untuk mengelola dan menjaga struktur dan elemen-elemen yang terlibat didalamnya. NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia pastinya mempunyai rencana strategis jangka panjang dan jangka pendek untuk mengelola dan menjaga setiap unsur yang terlibat di Nahdlatul Ulama.

Salah satu unsur yang terlibat di tubuh NU adalah warga Nahdliyyin yang tersebar di seluruh wilayah Negara Indonesia, yang mempunyai komitmen untuk menjaga paham Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurut penulis, strategi menyelamatkan akar rumput NU dari berbagi sumber informasi hoax dan pemanfaat elit politik tertentu yaitu; Pertama, membangkitkan kesadaran masyarakat, khususnya Nahdliyyin agar lebif selektif menerima informasi dari sumber dan obyek apapun serta melawannya.

Kedua, bukti perlawanan tersebu adalah menyeimbangkan dengan berita dan tulisan-tulisan yang inspiratif dan membangun. Maka strategi kedua ini perlunya di lakukan pelatihan-pelatihan penulisan ilmiah secara nasional diseluruh jajaran struktural NU mulai dari pusat hingga ranting. Ini sebagai usaha untuk membekali dan membentengi kaum muda NU di bidang pengetahuan dan skill jurnalistik.

Ketiga, untuk membendung benturan dan perpecahan di kalangan NU akar rumput akibat perbedaan pandangan politik serta berita-berita hoax yang berujung fitnah dan permusuhan antar umat Islam, maka perlunya gerakan kegiatan positif secara seperti penyuluhan warga NU cerdas politik, cerdas hukum dan cerdas Informasi Tekhnologi (IT).

Memang mewujudkan akar rumput NU cerdas hukum, cerdas politik, dan cerdas Informasi Tekhnologi (IT) bukanlah hal mudah. Menyelamatkan akar rumput NU adalah sebuah keniscayaan yang harus tetap dijalankan demi tegakknya NU dan keberlangsungan menjaga paham Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Wallahu A’lam. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: