Surat Terbuka Yusuf Muhammad untuk Ust Abdul Shomad

Rabu, 10 Januari 2018
ISLAMNUSANTARA.COM – Salah satu aktivis dan penulis di media sosial Yusuf Muhammad menulis surat terbuka untuk ust Abdul Shomad terkait ceramahnya dalam muktamar HTI di Riau. Berikut tulisannya:

Apa kabar ustad Abdul Shomad yang paling ganteng dan kaya ilmu? Semoga Anda sehat selalu dan tetap ganteng.

Saya mendengar ceramah Anda saat acara Muktamar HTI di Riau melalui video yang viral di Youtube dan media sosial. Anda mengatakan, selama 40 tahun Nabi hanya sholeh untuk istri, anak dan keluarganya, tapi untuk mewujudkan rahmatan lil’aalamiin Nabi tidak akan mewujudkannya.

Kemudian Anda bilang, setelah turun wahyu 13 tahun lamanya, Nabi tidak dapat mewujudkan rahmatan lil’aalamiin karena ditekan oleh orang-orang yang tidak senang akan turunnya wahyu yang diterima Nabi Muhammad Sollallahu ‘alaihi wa sallam.

Bahkan lebih parahnya lagi, Anda mengatakan, “Kapan Rahmatan Lil Alamin itu dapat diwujudkan? Bukan dengan KENABIAN, bukan dengan Al-Quran di tangan tapi setelah tegaknya Khilafatin Nubuwwah.”

Anda juga dengan sombong mengatakan bahwa tidak ada (termasuk Nabi) yang dapatkan mewujudkan rahmatan lil ‘aalamiin selain Khilafatin Nubuwwah, Khilafah ‘Ala Minhajin Nubuwwah.

Benarkah apa yang Anda ucapkan itu semua? Jika benar, lantas bagaimana kedudukan ayat Al-Qur’an berikut ini?

ﻭَﻣَﺎۤ ﺍَﺭْﺳَﻠْﻨٰﻚَ ﺍِﻟَّﺎ ﺭَﺣْﻤَﺔً ﻟِّـﻠْﻌٰﻠَﻤِﻴْﻦ َ

“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), kecuali untuk menjadi rahmat bagi semesta alam (QS. Al-anbiya’ : 107 ).

Wahai Ustad Somad. Sungguh berdetaknya jantung dan berhembusnya nafas umat manusia di dunia saat ini, serta adanya makhluk alam semesta ini, semua karena adanya Baginda Nabi besar Muhammad Sollallahu ‘alaihi wa sallam yang rahmatan lil ‘aalamiin. Termasuk juga lahirnya Anda dengan mulut yang ngoceh sana sini.

Wahai ustad Somad yang ganteng, saya tahu ilmu saya ini masih sangat tipis dibanding Anda, bahkan lebih tipis dibanding sehelai rambut yang saya miliki. Namun demikian, saya yakin Anda juga bukanlah sosok yang sempurna, apalagi jika dibandingkan Rosulullah.

Baginda Nabi besar muhammad diangkat menjadi Nabi dan Rosul diumur 40 tahun. Saat itu pula Malaikat Jibril diutus oleh Allah SWT untuk menjaga dan membimbing beliau non stop 24 jam. Jadi, apa mungkin Rosulullah bisa ditekan-tekan sehingga takut dan salah ambil keputusan? Jelas tidak!

Jika Nabi yang dibimbing dan dijaga 24 jam non stop oleh Malaikat atas perintah Allah tidak mampu wujudkan Islam rahmatan lil ‘aalamiin, lantas bagaimana dengan Anda? Anda siapa yang jaga? Anda siapa yang membimbing? Malaikat? Malaikat siapa?

Saya berharap ada klarifikasi dan penjelasan dari Anda soal ini, dan jika memang ada yang salah maka minta maaf tidaklah menjadikan diri hina. Salah dan dosa memang ada dalam diri manusia, kecuali jika Anda sudah mendeklarasikn diri sebagai Tuhan Yang Maha Esa. Sekian terima kasih. (ISNU)
Sumber: Dutaislam

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: