Tema Kejurnas: Pagar Nusa adalah Pergerakan, Berkhidmat untuk Ulama dan Bangsa

Senin, 22 Agustus 2016,

ISLAMNUSANTARA.COM, JAKARTA – Perhelatan Kejurnas (II) dan festival pagar nusa di TMII (21/08) membuktikan pagar nusa sebagai garda depan bentengi ulama, bangsa dan Negara dari rongrongan kelompok radikal dan khilafah yang ingin menghancurkan NKRI serta NU.

Sekjen PP Pagar Nusa Muhammad Nabil Harun mengatakan Kejurnas dan Festival diikuti oleh 16 Pimpinan Wilayah Pagar Nusa NU. Nabil menjelaskan, Pagar Nusa merupakan pergerakan, berhimpun dalam Pagar Nusa bukan berdiam diri, tapi berhimpun untuk berkhidmah kepada ulama dan bangsa dan negara. “Kami berharap kejuaraan dan festival ini tidak hanya mencetak atlet berprestasi tapi kami juga berharap keluarga Pagar Nusa bisa mengambil peran dalam memajukan dan memakmurkan bangsa ini”, ujar Nabil. Berikut pidato sambutan oleh Sekjen PP Pagar Nusa Muhammad Nabil Harun saat perhelatan akbar di TMII:

Kerjurnas II dan Festival PSNU Pagar Nusa

Assalamualaikum warahmatuLlahi wa Barakatuh

Hamdalah

Shalawat

Yang saya hormati..

Perkenankan saya pertama-tama menghaturkan syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang mengijinkan kita hari ini untuk bermuwajjahah dalam even Kejuaraan Nasional II dan Festival Pencak Silat NU Pagar Nusa, Even yang sudah kita nanti-nanti ini, sekarang terwujud juga. Dengan sendirinya rasa syukur ini sudah semestinya menjadi apresiasi setinggi-setingginya pada segenap panitia penyelenggara yang sudah bersedia mencurahkan waktu, tenaga, dan pikiran demi keberhasilan acara ini. Usaha keras segenap panitia merupakan sumbangsih amal yang amat bernilai.

Para pendekar yang saya hormati,

Atas nama seluruh Pimpinan Pusat PSNU Pagar Nusa saya mengucapkan selamat datang.

Marhaban Ahlan wa sahlan atas kehadiran anda sekalian. Adalah kebahagiaan dan sekaligus kehormatan tersendiri bisa bertatap muka dan bersilaturahim dengan Anda sekalian. Tiap kali acara seperti ini dihelat, saya senantiasa teringat pada guru saya, guru kita semua Allah Yarham Kyai Ma’shum Jauhari. Saya tidak akan pernah bisa lupa dengan beliau karena sejak kecil, bersama-sama santri lain di Lirboyo, saya beruntung ditakdirkan bisa berguru pada beliau, ngalap barokah melalui beliau. Ketika menyelesaikan naskah biografi beliau belasan tahun lalu, saya tak pernah membayangkan jika hari ini, bersama-sama dengan Anda sekalian, tetap ditakdirkan untuk berguru pada mahaguru pencaksilat nusantara ini.

Saya merasa perlu untuk menyampaikan kenangan yang amat pribadi ini, karena memang hal-hal semacam itulah yang dimiliki oleh setiap pendekar Pagar Nusa. Hal-hal pribadi yang membentuk kepribadian kita sebagai pendekar. Hal-hal pribadi yang sangat bersangkut-paut dengan status kita sebagai murid para ulama. Hal-hal pribadi yang dengannya kita menjaminkan keselamatan di dunia dan akhirat. Hal-hal pribadi yang pada akhirnya, seperti sekarang ini, memungkinkan kita berkumpul sebagai sebuah jamaah dan jam’iyyah.

Para pendekar yang saya hormati,

Tidak berlebihan kiranya jika KEJURNAS kali ini memilih slogan “Pagar Nusa adalah pergerakan, berkhidmat untuk ulama dan bangsa”. Kita berhimpun dalam Pagar Nusa bukan untuk berdiam diri, kita bergerak. Dan pergerakan kita berangkat dengan niat untuk berkhidmat pada para kyai dan tanah air ini. Pada masa ketika tidak sedikit orang meragukan kesahihan tanah air sehingga lunturlah patriotisme mereka, Pagar Nusa mesti mampu menunjukkan bahwa cinta tanah air merupakan watak yang malakah, watak yang melekat dalam setiap pikiran, ucapan, dan tindakan kita.

Pagar Nusa bukan perkumpulan ugal-ugalan. Pagar Nusa merupakan jam’iyyah yang secara sadar ingin memperbaiki dan menyempurnakan kualitas kepribadian tiap-tiap anggotanya menuju insan kamil, manusia paripurna. Karena itu, tidak ada perguruan Pencak Silat di lingkungan Pagar Nusa yang tidak mementingkan olah pikir dan olah batin. Kegiatan fisik pencak silat menjadi sarana atau wasilah menuju maqam hamba dan khalifah yang semakin tinggi dari waktu ke waktu.

Alhamdulillah, hari ini, kita bisa menggelar Kejurnas yang kedua. Banyak hal yang bisa dipelajari hikmahnya dari penyelenggaraan kejurnas sebelumnya. Kejurnas kali ini merupakan satu bagian dari etape panjang perjalanan konsolidasi organisasi yang berumur lebih dari satu dekade ini. Meski penuh keterbatasan, namun dengan penuh percaya diri, lambat laun organisasi ini semakin menemukan bentuknya yang solid. Ada begitu banyak perkembangan menggembirakan di daerah-daerah. Minat orang-orang, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama, untuk menitipkan putra-putrinya pada gemblengan pagar Nusa kian meningkat. Lembaga-lembaga pendidikan di lingkungan LP Maarif NU, misalnya, banyak yang mulai peduli untuk merintis dan mengembangkan pencak silat di lembaga mereka. Ini membuat permintaan akan pelatih juga meningkat. Sejak diresmikan menjadi salah satu Badan otonom tahun 2004 pada Muktamar ke 31 di Boyolali, Pagar Nusa terus berbenah diri, terus mengkonsolidasi diri, terus menempa diri agar bisa menjadi organisasi pendekar pencak silat yang mumpuni.

Semoga Kejuaraan Nasional yang kedua dan Festifal Pencak Silat NU Pagar Nusa kali ini bisa berlangsung lancar dan berhasil. Saya sampaikan selamat pada pendekar sekalian yang telah menyedekahkan waktu untuk bisa menjalin tali asih di antara kita dalam perhelatan ini. Selamat ber-kejurnas! Selamat ber-festival!. (ISNU)

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: