Teori Masuknya Islam ke Nusantara

Islamnusantara.com, JAKARTA – Banyak teori dan pendapat tentang sejarah masuknya Islam ke bumi nusantara. Masing-masing teori dan pendapat tersebut memiliki dasarnya masing-masing. Yang jelas, Islam di nusantara disebarkan dengan cara damai tanpa kekerasan.

Tiga teori
Ada tiga teori yang menjelaskan mengenai masuknya Islam ke Indonesia. Yakni, teori Gujarat (India), teori Persia, dan Makkah. Menurut teori pertama (Gujarat), Islam masuk ke Indonesia melalui para pedagang Gujarat (India) yang beragama Islam pada sekitar abad ke-13 M.

Teori kedua (Persia) berkeyakinan, masuknya Islam ke Indonesia melalui peran pedagang asal Persia yang dalam perjalanannya singgah di Gujarat sebelum ke nusantara sekitar abad ke-13 M. Teori ketiga (Makkah) menyebutkan, Islam tiba di Indonesia dibawa langsung oleh para pedagang Muslim yang berasal dari Timur Tengah sekitar abad ke-7 M.

Waktu

Tentang kapan persisnya Islam masuk ke Indonesia, sebagian besar orientalis berpendapat bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-7 M dan ke-13 M. Pendapat itu didasarkan pada dua asumsi. Pertama, bersamaan dengan jatuhnya Baghdad pada 656 M di tangan penguasa Mongol yang sebagian besar ulamanya melarikan diri hingga ke kepulauan nusantara. Kedua, ditemukannya beberapa karya sufi pada abad ke-13 M.

Manuskrip Cina
islam3
Ada juga pendapat yang mengatakan, justru Islam pertama kali masuk ke nusantara pada abad pertama Hijriyah. Yakni, pada masa pedagang-pedagang sufi-Muslim Arab memasuki Cina lewat jalur laut bagian barat. Kesimpulan itu didasarkan pada manuskrip Cina pada periode Dinasti Tang. Manuskrip Cina itu mensyaratkan adanya permukiman sufi-Arab di Cina, yang penduduknya diizinkan oleh kaisar untuk sepenuhnya menikmati kebebasan beragama. Cina yang dimaksudkan dalam manuskrip pada abad pertama Hijriyah itu tiada lain adalah gugusan pulau-pulau di Timur Jauh, termasuk Kepulauan Indonesia

Jalur emas

Dari manuskrip Cina itu pula, terdapat informasi mengenai jalur penyebaran Islam di Indonesia. Disebutkan, masuknya Islam bukanlah dari tiga jalur emas (Arab, India, dan Persia) sebagaimana tertulis dalam buku-buku sejarah selama ini, melainkan langsung dari Arab yang dibawa oleh para pedagang Arab.

Alasan beragama Islam
Ada beberapa alasan yang menyebabkan mayoritas penduduk nusantara memeluk Islam, antara lain:
1.Pernikahan antara para pedagang dan bangsawan. Contohnya Raja Brawijaya menikah dengan Putri Jeumpa yang menurunkan Raden Patah.
2.Pendidikan pesantren
3.Pedagang Islam
4.Seni dan kebudayaan. Contohnya wayang, disebarkan oleh Sunan Kalijaga.
5.Dakwah

Cepat berkembang
Ada beberapa faktor penyebab agama Islam dapat cepat berkembang di nusantara, antara lain:
1. Syarat masuk agama Islam tidak berat, yaitu dengan mengucapkan kalimat syahadat.
2. Upacara-upacara dalam Islam sangat sederhana.
3. Islam tidak mengenal sistem kasta.
4. Islam tidak menentang adat dan tradisi setempat.
5. Dalam penyebarannya dilakukan dengan jalan damai.
6. Runtuhnya Kerajaan Majapahit memperlancar penyebaran agama Islam. (ISNA)

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: