Terkait Spanduk Radikal di Masjid, Waketum MUI: Jangan Mudah Menuduh Orang Sebagai Munafik

Minggu, 26 Februari 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Umat Islam memiliki kewajiban mensalatkan muslim yang meninggal, dan tidak ada sangkut pautnya dengan munafik atau kafir. Hal itu ditegaskan oleh Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa’adi di Jakarta, Sabtu (25/2).

“Kita tidak boleh menghukumi seseorang itu munafik atau kafir, yang berhak hanya Allah SWT,” kata Zainut.

Dia mengingatkan kepada umat Islam bahwa mengurus jenazah hukumnya fardhu kifayah. Maka umat Islam berkewajiban memandikan, mengkafani, mensalatkan dan menguburkan bagi seorang jenazah Muslim. Fardhu kifayah artinya jika tidak ada seorang pun yang melaksanakannya, dalam konteks ini mengurusi jenazah, maka semua orang yang mukim atau bertempat tinggal di daerah tersebut berdosa.

Zainut mengisahkan, sahabat Nabi Muhammad SAW yaitu Umar bin Khattab RA yang pernah berkata, “dulu ketika Rasulullah masih hidup untuk menilai apakah orang itu munafik atau tidak itu dijawab dengan turunnya wahyu Allah. Tetapi setelah Rasulullah wafat maka untuk menghukumi seseorang itu beriman atau tidak hanya bisa dilihat dari yang tampak lahirnya bukan batinnya.”

Nabi SAW, bersabda “kita hanya menghukum apa yang tampak dan Allah SWT yang menghukum apa yang tersimpan di hati.” Sabda itu menunjukkan tidak bolehnya memvonis keyakinan dan kepercayaan orang lain sepanjang orang tersebut masih memperlihatkan ke-Islamannya.

Pesan Zainut ini terkait kabar adanya masjid yang menolak jenazah Muslim yang menjadi pendukung terdakwa kasus dugaan penistaan agama Islam. “Memang secara resmi sampai saat ini MUI belum mendapatkan laporan dari masyarakat tentang kejadian ini. Semoga saja hal tersebut tidak benar,” kata dia.

MUI mengimbau kepada semua umat Islam agar bersikap proporsional, tidak melampaui batas. Umat Islam harus tetap menjaga persaudaraan. Umat Islam harus saling membantu dan menolong saudara yang terkena musibah itu perbuatan yang sangat terpuji.  (ISNU)

Sumber: Muslimoderat

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: