Tujuh Butir Rumusan Gus Dur Tentang Dasar Ahlussunah wal Jamaah

gus-dur-pandangan-keislaman-640x420

Gus Dur – Foto: santrigusdur.com

7 Desember 2015,

JAKARTA, ISLAMNUSANTARA.COM – Cara pandang untuk memahami Islam yang dilakukan Gus Dur untuk diterjemahkan dengan cara yang mudah bagi umat Islam Indonesia kini menjadi telaah kajian Kelas Pemikiran Gus Dur (KPG).

Santri yang ikut mengaji pemikiran Gus Dur kali mengundang Ketua PBNU H Imam Aziz untuk menggali bagaimana Islam menurut Gus Dur dalam kajian yang bertajuk ‘Gus Dur dan Gagasan Keislaman’

Imam menyebutkan, Gus Dur pada tahun 1980-an meletakkan gagasan keislaman yang paling sistematis. Dasar yang digunakan Gus Dur dalam meletakkan gagasan keislaman digali dari pandangan Ahlussunah wal Jamaah yang bertumpu pada aqidah, syariah, dan tasawuf.

“Dari tiga dasar itu Gus Dur merumuskan bagaimana poin-poin beberapa hal yang perlu dirumuskan dengan baik. Saya mencatat ada tujuh butir yang dirumuskan oleh Gus Dur,” kata Imam.

Tujuh rumusan itu merupakan cara pandang untuk memahami Islam. “Islam sebagai cara pandang hidup yang dinamis,” ungkapnya.

Yang pertama menurut Imam adalah, pandangan manusia dan tempatnya dalam kehidupan. “Dalam pemikiran Gus Dur, manusia itu wajib untuk merencanakan kehidupan, baik tatanan individu atau masyarakat. Rencana adalah wajib. Ini dipadukan untuk menyerahkan hasil akhir kepada Allah,” tambah Imam Aziz.

Kedua, pandangan ilmu pengetahuan dan teknologi. “Pengetahuan harus sebanyak-banyaknya yang dalam implementasinya harus mempertimbangkan manfaat dan mudharatnya,” jelasnya.

Ketiga, pandangan ekonomi sosial masyarakat. Keempat, pandangan tentang individu dan masyarakat. “Bagi Gus Dur yang paling utama adalah bagaimana mengakui hak individu. Jangan sampai hak masyarakat lebih besar daripada hak individu,” tegas Imam.

Kelima, pandangan tentang tradisi tentang pendidikan, politik, dan budaya. Keenam, pandangan tentang pengembangan masyarakat. Ketujuh, asas-asas internalisasi dan sosialisasi.

“Gus Dur melihat kemanusiaan adalah tertinggi dalam keberagaman. Pembelaan Gus Dur terhadap manusia itu mutlak. Manusia itu baik dan cenderung buruk, walaupun mengalami keburukan tetapi tetap berharga,” jelas Imam Aziz dalam akhir sesinya. (ISNU)

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: