Ulama Yaman: Gunakan Kalimat Takbir untuk Perdamaian, Bukan Kekerasan

Rabu, 16 Mei 2018

ISLAMNUSANTARA.COM  – Islam menganjurkan kepada umatnya untuk senantiasa berlomba-lomba dalam kebaikan dan beribadah. Semarak ritualisme keagamaan yang ditandai dengan acara-acara ceramah agama seperti pengajian dan shalawat massal merupakan bentuk semangat dalam beragama.

Namun demikian, mutakhir ini ada semacam gerakan yang kerapkali menampilkan simbol-simbol agama di ruang publik. Motivasinya beragam, bisa karena politik, ekonomi atau sampai kampanye ideologi-ideologi kekerasan. Tak ayal pula terjadi konflik yang acapkali ditandai dengan sikap saling mengkafirkan dan menyalahkan.

Ulama berpengaruh dari Yaman, Habib Umar Al Hafiz sangat menyayangkan masih ada kelompok yang berkonflik menggunakan atribut agama. Menurut Habib Umar, sesama umat muslim yang berkonflik atau berperang, dan keduanya sama-sama mengumandangkan takbir, sesungguhnya mereka sedang tidak bertakbir. Esensi dari takbir menurut Habib Umar adalah mengagungkan nama Allah bukan mengagungkan keunggulan kelompoknya.

“Ketika sesama muslim berperang, mereka saling berkata, yang satu Allahu Akbar yang satunya juga Allahu Akbar tetapi pada hakikatnya mereka tidak sedang bertakbir”, papar Habib Umar.

Ulama yang dikenal dengan dakwah yang menyejukkan tersebut menjelaskan, takbir yang dikumandangkan atas nama Allah pasti tidak akan melanggar perintah Allah, tidak mungkin takbir karena Allah namun hasilnya untuk melakukan kekerasan atau peperangan.

“Kalau memang benar mereka bertakbir karena Allah, tentu tangan mereka akan tertahan dari berperang, mereka bukan bertakbir karena Allah, tetapi mereka bertakbir semata untuk akal mereka, untuk pendapat mereka, untuk duniawi mereka, untuk kelompok mereka. Kalau mereka bertakbir karena Allah tentu tidak akan saling perang, inilah fitnah yang sedang menimpa umat ini,” terang pemimpin Ma’had Darul Musthofa tersebut.

Habib Umar berpesan kepada umat Islam untuk menghindari fitnah besar zaman ini, yaitu terlindung dari kelompok yang melakukan kekerasan menggunakan dalih agama. Kalimat tayyibah yang mengandung pesan perdamaian jangan sampai terkotori oleh perbuatan tercela. Karena itu Habib Umar kemudian mengajarkan kepada umat Islam untuk senantiasa berdoa agar Allah melindungi dari berbagai fitnah. “Ya Allah angkatlah musibah ini, Ya Allah angkatlah kezaliman ini,” pungkasnya.  (ISNU)

Sumber: Islamramah

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: