Ulama Yaman: Pemicu Perang di Timur Tengah adalah Politik, Bukan Agama

Minggu, 26 Februari 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Demak – Fenomena perang di berbagai belahan negara Timur Tengah belakangan ini makin memanas. Semua bergulir satu-persatu secara bergantian, mulai Irak, Mesir, Libya, Yaman, Suriah dan lain sebagainya. Melihat fenomena tersebut, KH Hanif Ismail, Pengasuh Pesantren Roudlotul Quran An Nasimiyyah, Semarang terdorong untuk menanyakannya langsung kepada ulama asal Yaman, Habib Muhammad Al Junaid Al Hadramiy pada acara Majlis Muwashalah Baina Ulamail Muslimin (Pertemuan Para Ulama) yang digelar di Pesantren Futuhiyah Mranggen, Demak, Selasa (23/8).

“Faktor apakah yang sebenarnya terjadi sehingga saudara-saudara kita di sana tega melakukan perang antar saudara sendiri seperti di Suriah?” tanya Kiai Hanif.

Habib Muhammad Al Junaid menjelaskan bahwa konflik yang terjadi di negara-negara Muslim Timur Tengah bukan karena faktor agama, tapi dipicu masalah politik. “Dari dahulu ulama Ahlus Sunnah dengan Syi’ah atau dengan aliran manapun dan di manapun hidup rukun berdampingan,” jelas Habib Al Junaid

Namun, lanjut Habib, karena kepentingan politik, agama dibuat tameng dan dibikin pemicu penghalalan hasrat nafsu politik kelompok-kelompok tertentu. “Jika sudah begini, ya sudah, kalau agama sudah dicampur-adukkan dengan kepentingan, hancur,” kata Habib Al Junaid.

Perhelatan yang diinisiasi oleh Habib Umar bin Hafidz ini diikuti oleh para mursyid thariqah dan para kiai Jawa Tengah. Hadir sebagai pembicara Habib Muhammad Al Junaid Al Hadramiy, Yaman, Habib Muhsin Al Hamid dan lain sebagainya.  (ISNU)

Sumber: Muslimoderat

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: