Usulan Konferensi Internasional Pesantren Mengenai Penceramah Instan

Sabtu, 17 September 2016

ISLAMNUSANTARA.COM, MALANG  –  Sekarang Banyak ustaz dan ustadzah dadakan, penceramah instan tanpa organisasi yang jelas tampil ke public. Fenomena tersebut memantik keprihatinan kalangan ulama dan tokoh agama.

Dengan terselenggaranya  event 1st International Conference of Pesantren (ICP) 2016 diharapkan ada rekomendasi mengenai hal itu. Satu di antaranya memberikan sertifikat ustaz.

“Sehingga yang menjadi ustaz itu jelas dan direkomendasi oleh organisasi, misalkan NU,” jelas Dr KH Isroqunnajah, penanggungjawab kegiatan saat memberi sambutan, Jumat (29/7/2016).

Direktur Mahad UIN Maliki ini menambahkan, saat ini orang yang belajar Islam dari buku dan mengolah bahasa yang diserap sudah diustazkan. Adanya sertifikat, maka akan jelas keilmuan seorang ustaz.

Ia mencontohkan ada artis yang mendadak jadi ustaz. Kemudian ada wartawan bertanya kepadanya. Enak mana jadi penyanyi atau ustaz? “Enak jadi ustazlah. Karena bisa manggung 10 kali sehari,” tutur dia.

Jawaban ini mengundang keprihatinan para ulama dan tokoh agama. Ia berharap lewat event ini bisa memberikan rekomendasi pola penyelenggaraan ustaz.

Kegiatan ICP ini antara lain dihadiri KH Hasyim Muzadi, anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia sebagai narasumber. Ia juga pengasuh Pesantren Al Hikmah. (ISNU)

Sumber: Surya.co.id

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: