Wabup Tegal: Gus Dur Selalu Hadir Ditengah Masyarakat, Meskipun Jasadnya Telah Tiada

Rabu, 07 Februari 2018
ISLAMNUSANTARA.COM, Tegal – Meskipun jasadnya sudah tiada, Gus Dur selalu hidup. Namanya selalu disebut, pemikirannya dikutip dan perjuangannya pun terus dilanjutkan oleh hampir seluruh elemen di masyarakat.

Demikian disampaikan oleh Wakil Bupati Tegal, Hj Umi Azizah saat menghadiri acara Sewindu Haul Gus Dur yang digelar Forum Silaturahmi Nusantara (FSN) Kabupaten Tegal, Sabtu (3/2) di Gedung KORPRI Slawi.

“Hal ini menandakan bahwa Gus Dur adalah sosok yang sangat dicintai. Apa yang dilakukannya, semua demi bangsa dan negara. Dan inilah yang menjadi penting untuk kita renungkan bersama,” ujar Umi Azizah.

Dikatakan Umi, acara Sewindu Haul Gus Dur menjadi sarana menggali kembali keteladanan dan semangat Gus Dur sebagai Bapak Bangsa, termasuk gaya kepemimpinannya dalam merangkul orang-orang dari segala lapisan masyarakat, tidak membeda-bedakan agama, suku dan budaya.

Menurut Ketua Pengurus Cabang Muslimat NU Kabupaten Tegal itu, Gus Dur adalah simbol perdamaian antar suku dan agama. Ia juga berjasa besar dalam penegakkan HAM dan perjuangan keadilan di Indonesia.

“Saya tahu, kita semua yang hadir disini mencintai Gus Dur, tapi saya yakin, kita belum sepenuhnya bisa mempraktekkan pemikirannya dalam kehidupan sosial sehari-hari, termasuk keberaniannya sebagai pemimpib dalam membangun idealisme dari era kepemimpinan otoriter menjadi kepemimpinan birokrasi yang demokratis,” tegasnya

Umi menambahkan, sangat sulit memang menemukan sosok seperti Gus Dur yang bisa diterima di hampir seluruh lapisan masyarakat. Meskipun dalam penyampaian pesan seringkali diwarnai canda dan jenaka, namun prinsip dasar kepemimpinan Gus Dur adalah ketauhidan.

“Gus Dur pijakannya pasti agama, dimana agama menjadi spirit-nya, bukan formalisasi. Dan itulah Gus Dur, maha guru bangsa yang juga sangat dihormati oleh dunia,” imbuhnya.

Hadir dalam kesempatan itu Pengasuh Pondok Pesantren Al-Islah Semarang KH Amin Maulana Budi Harjono, Tokoh Penganut Aliran Kepercayaan Dewi Kanthi asal Kuningan, tokoh lintas agama dan ratusan pemuda lintas agama Kabupaten Tegal. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: