Wapres Buka Acara ISOMIL, Bom Bunuh Diri Adalah Hasil Pemikiran Radikal

Senin, 09 Mei 2016,

JAKARTA ISLAMNUSANTARA.COM – Pembukaan Perhelatan International Summit of The Moderate Islamic Leaders (Isomil) ditandai dengan pemukulan bedug oleh Wapres RI H. Jusuf Kalla di Ruang Cenderawasih, Jakarta Convention Center, pada (Senin (09/05) pagi. Dalam kesempatan ini, dia menyinggung betapa pentingnya peranan seorang pemimpi dalam sebuah negara untuk mengatasi masalah radikalisme dan terorisme, serta gerakan anti nasionalisme.

Wapres, dalam sambutanya menyampaikan kebahagiaan atas terselenggaranya perhelatan NU ini.  Di depan ratusan hadirin,“Kita percaya bahwa perwakilan yang ada di sini ingin mencerahkan masa depan,” kata Wapres.

Ia mengatakan penduduk Islam di dunia sebanyak 1,6 milyar orang. Itu berarti 22 persen dari keseluruhan penduduk dunia. Juga ada 57 negara di dunia yang mayoritas warganya memeluk Islam, diantaranya yang tersebar di Asia dan Afrika.

Wapres melanjutkan bahwa ada sebuah kelompok yang menyuruh bunuh diri dan melakukan pengeboman agar bisa bertemu dengan bidadari, ini sangat aneh sekali, agama mana yang memperbolehkan membunuh orang lain itu?, Wapres melanjutkan, bahwa pemikiran radikal ada karena mereka tidak memahami agama secara utuh. Maka dari itu, tugas utama ulama adalah meluruskan hal itu. Alim ulama moderat hadir dengan satu tujuan itu, harus menjawab dan menyelesaikan masalah dan pemikiran yang menyimpang yang dihembuskan oleh kelompok-kelompok radikal.

Tahun-tahun ini dunia diliputi kesedihan yang mendalam, tutur Wapres. Ada banyak pengebomam dan berbagai konflik yang itu semua terjadi di negara Islam. Hal ini menjadi bagian yang harus cepat diselesaikan. Sebuah contoh nyata dulu ada kelompok radikal seperti kaum Khawarij yang membunuh pemimpinnya. “Tapi kita tidak menginginkan sejarah itu menjadi kenyatan pada saat ini,” harap Wapres.

Wapres berharap aksi terorisme dan radikalisme menjadi pembelajaran bersama. Adalah tidak mungkin menyatukan pemahaman yang berbeda itu, tapi bagaimana perbedaan menjadi rahmat.

“Atas niat yang baik itulah kita hadir di sini. Oleh karena itu saya sampaikan penghargaan,” pungkas Wapres.

Dalam pembukaan Isomil hadir pula Mantan Presiden Megawati Soekarno Putri, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Mensos Khofifah Indar Parawansa, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Puan Maharani. (ISNU)

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: