WASPADA!!! di Bandung, Teroris Menyamar Jadi Tukang Bakso

Minggu, 09 Juli 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Bandung – Salah seorang penjual bakso di Kota Bandung, Agus Wiguna menjadi terduga aksi teror bom rakitan yang meledak di rumah kontrakannya di Kampung Kubang Bereum RT 7, RW 11, Kelurahan Sekejati, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung, Jawa Barat.

Warga Kota Bandung Jawa Barat kaget saat tahu salah satu penjual bakso di kota itu yang jadi langganannya ternyata terduga teroris. Pasalnya si penjual biasa saja tak ubahnya penjual bakso lain.

“Siapa sangka dia teroris. Kita harus hati hati sebab jangan-jangan orang di sekitar kita yang lain juga teroris. Jangan-jangan teman kuliah kita juga. Ini bahaya sebab kita bisa saling curiga. Mungkin kita sebaiknya hati hati saja tanpa harus mencurigai orang lain secara berlebihan,” kata Rusdi Zaki, warga Bandung, Minggu 9 Juli 2017 pagi tadi.

Kepala Desa Bojong Suhyani mengatakan, berdasarkan keterangan keluarga yang disampaikan oleh pamannya, Iwan Maulani, Agus diketahui melanjutkan sekolah di sebuah perguruan tinggi di Bandung. Sambil kuliah Agus menyambi jualan bakso Imut.

“Ya, jadi menurut pihak keluarga Agus kuliah di sebuah perguruan tinggi di Bandung sambil jualan bakso Imut,” ujarnya, Sabtu 8 Juli 2017.

Selama ini, warga maupun keluarga mengenal Agus sebagai remaja yang baik. Dia (Agus) bersekolah di Sekolah Dasar (SD), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dab Madrasah Aliah (MA) di Bungbulang.

“Selama di kampung, mulai SD hingga MA, Agus tak pernah bergaul sembarangan, dia baik, ” ungkap Suhyani.

Lanjut Suhyani, warga di Desa Bojong tidak melihat adanya keganjilan Agus. Dia sempat pulang kampung saat Lebaran. Agus diketahui kembali ke Bandung dari Bungbulang empat hari setelah Lebaran.

“Dia (Agus) baik, tidak ada yang aneh, bahkan sempat pulang kampung waktu Lebaran,” katanya.

Apa Agus menyamar? Bisa ya, bisa pula sejak dulu dia memang penjual bakso. Yang jelas masyarakat harus mewaspadai teroris yang menyamar. Mulai dari ahli elektronik, penjaga warnet, hingga jadi ustad.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto, mengungkap sejumlah ciri dari teroris yang menyamar dengan cara berbaur di tengah masyarakat.

Menurut Wiranto, para teroris memiliki gerak-gerik mencurigakan yang mudah teridentifikasi karena terkesan tak sejalan dengan kegiatan masyarakat di lingkungannya.

“Perilaku para teroris kan khusus ya, tidak seperti rakyat biasa. Rakit bom, datangnya malam-malam, kemudian pertemuannya mencurigakan,” ujar Wiranto di Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa, 4 Juli 2017 lalu.

Maka dari, Wiranto menyampaikan, masyarakat harus peka melakukan pendeteksian secara dini terhadap keberadaan teroris. Karena mereka tinggal dan bersembunyi di tengah-tengah masyarakat.

Apalagi, menurut Wiranto, pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan mengeluarkan Peraturan Menteri (PerMen) untuk menggalakkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling).

“Sistem keamanan lingkungan yang diorganisir masyarakat nanti punya link dengan aparat keamanan. Apakah kepolisian atau TNI di daerah untuk kemudian bersama-sama mengawasi lingkungannya dari perilaku-perilaku masyarakat yang tidak wajar, yang sangat boleh jadi merupakan orang-orang yang bergerak dalam rangka melaksanakan aksi teror,” ujar Wiranto.

Wiranto mengatakan pemerintah telah bersepakat menjadikan masyarakat sebagai salah satu garda terdepan yang akan diandalkan untuk mencegah tindakan teror.

Kesepakatan itu tercapai dalam rapat koordinasi (rakor) antara kementerian dan lembaga di bawah koordinasi Kemenko Polhukam, di antaranya Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kepolisian RI (Polri), Badan Intelijen Negara (BIN), serta Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Rakor diadakan Senin kemarin, 3 Juli 2017.

Tindak lanjut awal dari rakor adalah penyusunan Peraturan Menteri oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo tentang penggalakan kembali Siskamling di setiap lingkungan masyarakat di Indonesia.

“Kita akan manfaatkan kekuatan kita di masyarakat sebagai early warning system, sebagai pendeteksian dini terhadap aksi-aksi terorisme,” ujar Wiranto. (ISNU)

Sumber: Duta.co

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: