Waspadai Gerakan dan Pemikiran HTI, FKUB Jember Batasi Kegiatan HTI

Sabtu, 28 Mei 2016,

JEMBER, ISLAMNUSANTARA.COM – Tidak ada gagasan yang lebih Khilaf selain mengusung gagasan penegakan Khilafah, ada 2 kubu pegiat Khilafah, yaitu Hizbut Tahrir dan ISIS dan semuanya berafiliasi ke madzhab Wahabi Saudi. Kepanjangan tangan Hizbut Tahrir di Indonesia yaitu HTI.

Bedanya, Khilafah versi Hizbut Tahrir belum berdiri, sedangkan ISIS sudah mendeklarasikan Khilafah yang ber ibukota di Raqqah Suriah dan kemudian dikenal dengan IS (Islamic State). Tapi keduanya baik HTI ataupun IS sama-sama berpandangan bahwa pemerintahan Turki Utsmani yang runtuh pada tahun 1924 adalah sebuah Kekhalifahan, padahal jelas-jelas itu adalah Kerajaan. Kalaupun Turki Utsmani itu sebuah Khilafah, justru itu adalah bukti sejarah betapa Khilafah itu rapuh dan punah.

Sungguh konyol ada yang berusaha menghidupkan Kembali “sistem” pemerintahan yang telah terbukti gagal itu. Mereka ngotot bahwa Khilafah adalah satu-satunya sistem atau bentuk pemerintahan yang Islami. Selainnya itu Kufur.

Mereka berpandangan akibat sistem sekuler negara bangsa, umat Islam terpecah belah dan terpisah karena batas-batas negara. Intinya mereka bercita-cita menyatukan semua umat Islam di seluruh dunia dalam satu naungan yang namanya Khilafah dan dipimpin oleh seorang yang disebut Khalifah, konsekuensinya adalah menghapus negara bangsa seperti Indonesia, Malaysia, Mesir dan seterusnya. (Baca juga: Konsepsi #Khilafah Bukan Dari Nabi (Telaah Sejarah))

Pada akhir-akhir ini GP Ansor dan Banser melakukan pencopotan bendera-bendera dan spanduk Khilafah HTI yang dipasang di beberapa tempat, khususnya di Jember, slogan-slogan mereka sangat meresahkan bahkan itu merupakan sebuah makar terhadap Negara. Oleh karena DPRD Jember mengundang perwakilan HTI untuk hadir dan memberikan klarifikasinya, namun mereka mangkar, hal tersebut juga disayangkan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama atas ketidakhadiran Hizbut Tahrir Indonesia dalam rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah di DPRD Jember, Rabu (25/5/2016).

Dewan Pimpinan Daerah HTI Jember beralasan tidak memiliki kewenangan hadir dalam rapat yang membahas organisasi tersebut. Semua persoalan terkait itu, sudah diserahkan kepada Dewan Pimpinan Pusat HTI.

Ketua FKUB Afton Ilman Huda menyatakan kegiatan Hizbut Tahrir Indonesia di Kabupaten Jember sejak 2011. Tema kegiatan senantiasa terkait khilafah Islam. “Kami mengharapkan acara HTI ke depan patut dicurigai untuk dicegah terlebih dulu. Kami harap waspadai sikap dan pemikiran HTI,” katanya. (Baca juga: NKRI Harga Mati, Khilafah NO, Pancasila Final)

Menurut Afton, sudah cukup informasi untuk membatasi kegiatan HTI. “Kalau ada kegiatan lagi, itu akan mengundang masalah lagi. Yang pusing bukan hanya HTI. Polri, bupati, dan kodim pusing juga. Mencegah sesuatu yang bersifat mudarat didahulukan,” katanya. (Baca juga: Pancasila YES, Khilafah NO)

Afton mempersilakan HTI berkegiatan selama berada di kantor sekretariat organisasi. “Tapi kalau mengundang pakai bendera yang akan mengundang kecaman masyarakat, ini kontraproduktif terhadap kegiatan yang menurut HTI kegiatan dakwah,” katanya. (ISNU/BeritaJatim)

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: