Waspadai Laju Gerakan Radikalisme, Mahasiswa NU Perkuat Keaswajaan

Kamis, 09 Maret 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Surabaya – Halaqoh Mahasiswa Kader Aswaja kembali digelar di Gedung PWNU Jatim, Jalan Masjid Al-Akbar Timur, Surabaya (5/3). Halaqoh yang gelar oleh Pengurus Wilayah Aswaja NU Center Jawa Timur ini dihadiri oleh semua elemen mahasiswa lintas organisasi di lingkungan NU, PMII, KMNU, BEM dan PKPT IPNU-IPPNU.

Halaqoh mahasiswa ini diselenggarakan untuk menguatkan keaswajaan mahasiswa dari gerakan takfiri yang sudah merambah dunia kampus.

“Kami berharap kepada peserta yang hadir ini betul-betul mengawal mahasiswa baru di kampus umum. Di sini ada PMII ITS, KMNU Unair dan PKPT dilingkungan kampus umum,” kata KH Abdurrahman Navis, Direktur Aswaja NU Center Jawa Timur.

Narasumber yang ditampilkan, H Babun Suharto (Ketua LPTNU Jatim), Muhammad Amin Alamsjah (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Airlangga), dan Muhammad Mashuri (Dosen ITS Surabaya).

“Ketiga narsum ini sudah kompeten dibidang pendidik dan kemahasiswaan,” tutur Kiai Navis.

Prof Babun mengatakan mahasiswa harus waspada dua gerakan Islam saat ini. Pasca reformasi telah mendorong gelombang dan gerakan Islam yang begitu besar. “Ini harus kita terima sebagai konsekuensi dari keterbukaan kran kebebasan berpendapat dan berserikat,” ungkap Rektor IAIN Jember ini.

Berkembangan kedua arus ini sejak dua dasawarasa. Arus fundamentalis yang serba tekstual normatif dan cenderung kearab-araban. Sedangkan arus kedua adalah liberalisme yang cenderung ke barat-baratan.

“Dua Arus ini yang harus dijaga oleh Mahasiswa di lingkungan kampus umum, terlebih bila peserta ini lebih memperhatikan mahasiswa baru yang sangat mudah dipengaruhi,” pungkas mantan Ketua Cabang GP Ansor Jember tersebut. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: