Wujud Ukhuwah Wathaniyah dalam Halal Bihalal dengan Non Muslim

Minggu, 02 Juli 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Jepara – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jepara menyelenggarakan open house di Gedung NU Jepara, Jalan Pemuda No.51 Jumat (30/06) siang kemarin. Dalam kegiatan halal bihalal yang dihadiri ratusan orang itu terdiri dari perwakilan PCNU, Banom, Lembaga dan MWCNU se-Jepara. Hadir dalam kesempatan itu H. Muhdi, mantan Kepala Kemenag Jepara.

Tokoh umat kristiani yang tergabung dalam Badan Kerja Sama Antar Gereja (BKSAG) juga turut hadir. Mereka adalah Pdt. Danang Kristiawan (GITJ/ ketua), Pdt. Priyo Kuncoro (GKKD/ wakil ketua), Linggom Manurung (GKMI/ bendahara) serta Yuli (Katolik) dan Maria (GBT Alika).

KH Ubaidillah Noor Umar, Rais Syuriah PCNU Jepara dalam uraian halal bihalalnya menyampaikan kegiatan tersebut dalam rangka kumpul kenegaraan, ukhuwah wathaniyah.

Kiai yang akrab disapa Mbah Ubaid itu menjelaskan antara muslim dan non muslim bisa berkumpul dalam ibadah ghairu mahdlah. “Kita tidak mungkin mengundang umat kristiani dalam shalat Jumat, shalat Idul Fitri atau shalat Isya’,” tegasnya kepada ratusan orang yang memadati Gedung NU Jepara lantai 1.

Kesempatan itu pengasuh pesantren Darul Ulum desa Bandungharjo kecamatan Donorojo kabupaten Jepara itu kembali menegaskan orang islam (NU, red) bisa berkumpul dengan Kristen, budha dan hindu dalam koridor ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan).

“Daripada kita kumpul dengan HTI dan Wahabi lebih baik kumpul dengan non muslim. Sebab dalam islam kafir dibagi dua harbi (yang memerangi) dan dimmi (yang tidak memerangi),” lanjut Mbah Ubaid.

Dalam islam lanjutnya juga ada ukhuwah diniyah. Di persaudaraan ini sebutnya tidak bisa dicampur aduk. “Islam ya Islam. Kristen ya Kristen. Lakum dinukum waliya dien,” urainya.

Kepada warga nahdliyyin Jepara Mbah Ubaid mengingatkan bahwa Islam tidak menyuruh meminta maaf pada Idul Fitri saja. “Setiap hari meminta atau diminta kita harus saling maaf-memaafkan,” tuturnya mengakhiri uraian halal bihalal.

Sementara itu Ketua PCNU Jepara, KH Hayatun Abdullah Hadziq mengapresiasi kegiatan tersebut. “Alhamdulillah tradisi ini semakin meriah dibanding tahun sebelumnya,” pujinya.

Kepada MWCNU, Banom dan Lembaga ia mengingatkan agar segera menyelesaikan laporan untuk kepentingan Muskercab ke-3 PCNU Jepara yang rencananya akan dilaksanakan di madrasah Ismailiyyah kecamatan Nalumsari 9 Juli mendatang.

“Organisasi NU tujuannya untuk umat. Tidak hanya untuk warganya sendiri juga harus memberikan berkah kepada yang lain,” kata kiai yang sering disapa Mbah Yatun ini.

Halal bihalal itu diawali dengan pembacaan tahlil yang dipimpin KH Masduqi dan ditutup dengan musafahah (bersalam-salaman). lucu lagi, mereka dikafirkan oleh orang yang ilmunya jauh di bawah mereka dan bukan ahli agama. (ISNU)

Sumber: Harakatuna

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: