Yenny Wahid Sebut Radikalisme dan Terorisme di Marawi Sebagai Alarm Bagi Indonesia

Selasa, 15 Agustus 2017
ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Radikalisme dan terorisme yang terjadi di Marawi Filipina adalah sesuatu yang sangat genting. Ada banyak simpatisan-simpatisan yang berasal dari Indonesia yang ikut dalam tindakan-tindakan terorisme dan radikalisme yang dilakukan oleh ISIS di Marawi.
Hal itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Wahid Foundation Yenny Wahid, di Jakarta, Senin (14/8).
“Ini sudah menjadi alarm bagi kita. Jangan sampai mereka kembali dan melakukan perekrutan atau bahkan menyebarkan ideologi jihadis tersebut di tengah-tengah masyarakat kita,” kata Yenny.
Ia menganggap, apa yang terjadi di Marawi adalah bukan sebuah peristiwa yang terisolasi dan hanya terjadi di Filipina Selatan saja. Menurut dia, apa yang terjadi di Marawi bisa saja berdampak kepada Indonesia.
Yenny menilai, kerja intelijen Indonesia cukup baik terhadap setiap perkembangan yang terjadi di Marawi. Para intelijen tersebut mengantongi siapa saja yang pergi ke sana untuk ikut berjihad.
“Saya memberikan dukungan penuh kepada pihak-pihak intelijen untuk terus memonitor orang-orang yang ke sana dan diawasi pergerakannya,” ujarnya.
Ia tidak menyangkal bahwa apa yang terjadi di Marawi akan menimbulkan dampak di wilayah Indonesia karena jarak kedua wilayah tersebut yang cukup dekat.
Ia mengaku khawatir karena saat Presiden Filipina Duterte melakukan tekanan yang keras maka para jihadis tersebut akan lari ke Indonesia.
“Ketika Presiden Duterte melakukan represi yang sangat kuat terhadap jihadi yang ada di Marawi, mereka akan cari tempat baru. Kalau kita tidak melakukan antisipasi, maka (para jihadis itu) bisa lari ke Indonesia,” tutupnya. (ISNU)
Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: